8 Hal yang dimaksud Sebaiknya Tidak Dilakukan Tamu Hotel

8 Hal yang dimaksud dimaksud Sebaiknya Tidak Dilakukan Tamu Hotel

Jakarta – Hotel kerap kali menjadi pilihan para pelancong sebagai tempat untuk beristirahat. Meski hotel miliki berbagai sarana untuk memanjakan tamu, menginap di tempat hotel bisa jadi menjadi pengalaman buruk apabila tamu melakukan kesalahan yang digunakan bukan penting. 

Dani Quesnel, orang pekerja di dalam jaringan hotel populer selama bertahun-tahun, mengungkap beberapa hal yang digunakan sebaiknya tidaklah diadakan ketika menginap pada hotel. 

1. Memesan di tempat situs web pihak ketiga

Banyak yang percaya bahwa situs perjalanan pihak ketiga adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan penawaran menarik untuk kamar hotel. Namun ternyata tidak. Menurut dia, jaringan ini biasanya memberikan lebih besar sedikit kendali untuk pengguna berhadapan dengan reservasi sehingga banyak kali bikin repot. Selain itu, kebijakan modifikasi yang kaku tiada nyaman serta terkadang menyebabkan biaya tersembunyi.

2. Membiarkan gerendel bukan terkunci

Beberapa orang tidaklah mempermasalahkan gerendel akibat mereka merasa kunci biasa sudah ada cukup aman. Tapi karyawan hotel dapat belaka melakukan kesalahan seperti salah memberikan tamu kunci kamar yang dimaksud sudah ada ditempati. 

“Tentu saja, ini tidak ada baik, lalu staf harus terus-menerus mengajukan permohonan maaf sebab sudah pernah melanggar privasi Anda. Namun kenyataannya kesalahan memang benar terjadi,” kata Dani seperti dilansir dari Insider, Sabtu, 16 Desember 2023. 

3. Mengabaikan kebijakan hotel

Ada beberapa kebijakan hotel seperti tidaklah boleh berisik, dilarang merokok, kemudian sebagainya. Sebagian besar hotel mengenakan sanksi denda yang dimaksud cukup besar apabila melanggar kebijakan ini, sehingga tamu dapat dikenakan biaya banyak ribu bahkan jutaan. Hotel kemungkinan besar sudah ada menyimpan informasi kartu kredit tamu, jadi sulit untuk mengurangi tagihan denda. 

4. Santai sebelum memeriksa kamar

Sebelum beritirahat, jangan lupa memeriksa kebersihan ruangan, memverifikasi air panas lalu sistem HVAC berfungsi, atau menguji fungsi peralatan elektronik (TV, lampu, jam weker). Akan lebih banyak baik apabila mengetahui hambatan ini sesegera kemungkinan besar lalu memohonkan staf hotel menyelesaikannya sebelum istirahat.

5. Menyingkirkan tanda “Don’t Disturb”

Menggunakan tanda “Don’t Disturb” adalah cara terbaik untuk menjaga dari staf hotel mengganggu tamu. Hal ini bukanlah semata-mata untuk privasi, tapi juga meminimalisasi layanan yang mana tidak ada diperlukan. 

6. Pesan tanpa tahu fasilitasnya

Kebanyakan orang membaca ulasan hotel, namun banyak juga yang lupa memeriksa apakah hotel yang dimaksud benar-benar mempunyai semua sarana yang dibutuhkan tamu. Peringkat bintang sebuah hotel tak terus-menerus mencerminkan ulasan para tamunya, melainkan mencerminkan kualitas kemudian kuantitas prasarana yang mana dia tawarkan.

Hotel bintang dua kemungkinan besar tiada memiliki kolam renang, spa, restoran, atau layanan kamar, jadi ingatlah hal ini pada waktu memilih tempat menginap.

7. Pergi tanpa memeriksa

Sebelum pulang, ada prosedur checkout yang harus disertai tamu. Tujuan dari proses ini sangat jelas, memberi sinyal untuk staf hotel bahwa tamu telah dilakukan pergi, sehingga mereka dapat memulai persiapan kamar untuk tamu berikutnya.

Jika tamu tidak ada mau repot-repot check-out, staf harus mengunjungi setiap kamar secara fisik untuk meyakinkan kamar yang dimaksud kosong. Ini adalah akan menambah pekerjaan staf hotel. “Ada hari-hari ketika saya mendapati diri saya menjelajahi seluruh hotel, memeriksa lebih lanjut dari 50 kamar,” kata dia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *